Puasa Untuk Kesehatan dan Pengobatan

Sebarkan Ke Rekan Anda

Puasa Untuk Kesehatan dan Pengobatan

Dr. Mohammad Ali Toha Assegaf

Pengkaji Kedokteran Nabi

    Rasulullah SAW menyampaikan bahwa perut adalah sumber dari banyak penyakit. Hal ini sudah terbukti secara ilmiah bahwa jika kita tidak mampu menjaga kebiasaan makan-minum, maka ini bisa menyebabkan banyak penyakit, diantaranya adalah seperti :

 

  1. Mulut dan gigi : gigi berlubang, radang gusi, karang gigi, sariawan, kanker lidah
  2. Tenggorokan : radang amandel, radang kerongkongan, kanker nasopharynx
  3. Saluran makanan/esophagus : radang esophagus, reflux esophagitis, perdarahan esophagus
  4. Lambung dan kelenjar-kelenjarnya : radang lambung, kembung/dispepsia, kanker lambung, radang pankreas akut, GERDS
  5. Usus dan kelenjar pencernaan : radang usus kecil, radang usus besar, typhus, paratyphus, TBC usus, batu empedu, infeksi jamur, cacingan, infeksi parasit tertentu, kanker usus besar, kanker rektum, kanker hati, keracuanan makanan, muntah-diare
  6. Ginjal dan saluran kencing : batu ginjal, radang saluran kencing, batu kandung kemih, kanker kandung kemih
  7. Sistem reproduksi : kekurangan jumlah sel sperma, kelainan bentuk maupun gerakan sperma, ejakulasi dini, disfungsi ereksi, kelemahan rahim, abortus berulang, anak lahir cacat, bayi berat badan lahir rendah
  8. Otot, tulang, kulit dan jaringan syaraf : kelemahan otot, tulang keropos, gangguan perasa dan peraba, pengeriputan kulit, kulit bersisik
  9. Jantung dan pembuluh darah : kelemahan otot jantung, penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, radang pembuluh darah balik, radang arteri, kekakuan pembuluh darah dan serangan jantung
  10. Gangguan pada otak : Alzheimer, sindrom parkinson, stroke
  11. Mata : retinopathi/gangguan pada saraf penglihatan, katarak
  12. Telinga : vertigo/pusing, telinga berdenging
  13. Penyakit lain : radang sendi, penyakit penurunan daya tahan tubuh

 

Dari yang kita sebut diatas ada 64 penyakit tersering yang dialami manusia, berasal dari ketidak mahiran kita dalam mengatur makan-minum. Di luar yang disebutkan diatas masih banyak lagi yang belum dicantumkan. Nabi besar Muhammad SAW memberikan solusi murah dan menakjubkan sebagaimana 2 buah sabdanya :

”Berpuasalah agar kamu sehat”.

     -”Perut adalah tempat berdiamnya penyakit dan menahan nafsu (perut) adalah pokok dari setiap obat. Maka jadikanlah ini kebiasaanmu”

 

Puasa sebagaimana diketahui memberi manfaat bagi kesehatan tubuh dan jiwa pelakunya. Tidak sedikit komunitas pengguna pengobatan alternatif di mancanegara percaya dan meyakini bahwa berpuasa dapat memberikan keajaiban bagi tubuh manusia. Orang-orang berpuasa akan mengalami perubahan kondisi tubuh, akibat kurang makan dan kurang minum. Kurangnya masukan energi pada orang-orang berpuasa, membuat tubuh melakukan proses autolisis, yaitu penggunaan simpanan lemak dalam tubuh untuk dijadikan sumber energi.

Liver bertugas mengubah lemak menjadi keton, senyawa metabolik asam asetoasetik dan asam betahidroksibutirik. Kemudian mendistribusikannya ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Ketika penghancuran deposit lemak terjadi, asam lemak bebas dilepaskan ke dalam aliran darah, dan digunakan sebagai energi. Makin sedikit seseorang makan, makin banyak tubuh mengubah simpanan lemak, makin banyak asam lemak dibebaskan dan makin banyak bahan kimia berbahaya dilepaskan dan dibuang. Hal ini terjadi karena zat-zat beracun pada umumnya diikat dalam deposit lemak. Dengan banyak dilepaskannya zat-zat racun, tentu akan membantu membebaskan tubuh kita dari racun-racun berbahaya.

Dalam berbagai penelitian diketahui manfaat puasa, antara lain dapat mengurangi risiko stroke. Puasa juga dapat memperbaiki kolesterol darah. Kadar kolesterol darah yang tinggi dalam jangka panjang akan menyumbat saluran pembuluh darah dalam bentuk aterosklerosis (pengapuran atau pengerasan pembuluh darah). Bila itu terjadi di otak akan berakibat stroke, dan bila terjadi di daerah jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa setiap hari kita berpuasa dapat meningkatkan kolesterol darah HDL (yang sehat) 25 poin, dan menurunkan lemak trigliserida sekitar 20 poin. Lemak trigliserid merupakan bahan pembentuk kolesterol LDL (yang merusak kesehatan).

Berpuasa ternyata juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Mekanismenya antara lain dengan pengurangan konsumsi kalori akan membuat menurunnya tingkat metabolisme. Buktinya, suhu tubuh orang berpuasa akan menurun, dan itu menunjukkan adanya pengurangan konsumsi oksigen.         Hal ini juga akan mengurangi produksi senyawa oksigen bersifat racun (radikal bebas oksigen). Dilaporkan, sekitar 3% dari oksigen yang digunakan sel akan menghasilkan radikal bebas oksigen, dan itu akan menambah tumpukan oksigen racun, seperti anion superoksida (O2-) dan hidrogen peroksida (H2O2), yang secara alamiah terjadi dalam tubuh.

Kelebihan radikal bebas oksigen itu akan mengurangi aktivitas kerja enzim, sehingga menyebabkan terjadinya mutasi dan kerusakan dinding sel. Ada sekitar 50 penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke, yang disebabkan dan diperparah oleh senyawa radikal bebas. Sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa akan menekan produksi radikal bebas sekitar 90%, dan meningkatkan antioksidan sekitar 12%. Jadi, berpuasa berarti akan meningkatkan daya tahan tubuh.

Dalam penelitian yang kami lakukan melalui Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Pengembangan Kesehatan Islami (LP3KI) pada periode puasa ramadhan 1427 H/ 2006, disimpulkan terjadi peningkatan enzym Superoxyde Dismutase (SOD) secara bermakna pada H50 dan pada para sukarelawan yang menjalani puasa yang disertai sholat tahajjud rutin. Dalam penelitian ini sampel terlalu kecil yaitu 15 orang, dengan variabilitas responden sangat luas, penelitian dilakukan tanpa ada intervensi apapun.

Puasa, bagi orang sehat, juga akan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe 2. Mekanismenya adalah pengurangan konsumsi kalori secara fisiologis akan mengurangi sekresi hormon insulin dan menurunkan kadar gula darah. Hal Ini akan meningkatkan sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah. Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe –2, yang disebabkan menurunnya potensi hormon insulin dalam mengontrol gula darah.

Manfaat puasa berikutnya adalah proses penyembuhan, yang dimulai dalam tubuh selama berpuasa. Selama berpuasa, sistem pencernaan diistirahatkan sehingga energi yang dibutuhkan untuk aktivitas pencernaan dapat digunakan untuk memperbaiki metabolisme dan sistem kekebalan tubuh. Proses penyembuhan selama berpuasa dipercepat dengan pencarian sumber energi baru dalam tubuh. Puasa juga berfungsi sebagai operator dalam eksekusi sel-sel rusak dan lemah dalam tubuh. Rasa lapar orang berpuasa dapat menggerakkan organ-organ internal tubuh untuk menghancurkan sel-sel yang rusak atau lemah tadi, mengkonsumsi bahan bermanfaat dari sel-sel yang telah dihancurkan dan membuang bahan berbahaya yang terikat dalam sel tersebut. Proses ini disebut autolisis. Proses ini merupakan kesempatan yang baik bagi tubuh untuk mengganti sel-sel yang lemah tadi dengan sel-sel baru, sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas.

Puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai penambahan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan protein, dan kelebihan lemak. Serta bisa pula mencegah terjadinya tumor pada stadium awal. Para ahli menemukan bahwa pertumbuhan sesuatu yang tidak normal dalam tubuh, seperti tumor dan sejenisnya, yang tidak mendapat dukungan penuh suplai makanan dalam tubuh lebih rentan terhadap autolisis. Pada orang berpuasa pembentukan protein sel menjadi lebih efisien, kesalahan coding lebih jarang terjadi, hal ini karena kontrol genetik DNA/RNA, yang berperan dalam proses ini.

Efisiensi dalam pembentukan protein pada orang berpuasa menghasilkan sel, organ dan jaringan yang lebih sehat. Itulah sebabnya mengapa hewan berhenti makan ketika mereka terluka, dan mengapa manusia sering kali kehilangan rasa lapar ketika sakit. Pada saat seseorang mengalami sakit, maka ia secara sadar berkehendak mengalihkan seluruh energinya dari sistem pencernaan dan memusatkannya ke sistem kekebalan.

Penelitian menemukan juga bahwa puasa mencegah gout arthritis (radang sendi) akibat kelebihan asam urat yang umumnya disebabkan seseorang sering mengkonsumsi protein dalam jumlah besar. Karena tubuh tidak mengurai seluruh jenis protein maka ini menyebabkan tubuh kelebihan purine yang penumpukannya terfokus terutama pada sendi-sendi besar, khususnya pada persendian jari-jari kaki. Saat persendian terkena gout arthritis maka jari-jari kaki akan bengkak, merah, dengan disertai nyeri hebat. Terkadang kadar asam urat yang tinggi dalam darah masuk dan mengendap di dalam  ginjal, dan akhirnya mengkristal menjadi batu ginjal maupun saluran kencing. Mengurangi porsi makan merupakan jalan utama bagi kesembuhan dari penyakit sangat berbahaya ini.

Pasien dengan tekanan darah tinggi ringan sampai sedang apalagi yang disertai kelebihan berat badan dianjurkan untuk berpuasa, karena puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah. Bagi mereka yang minum obat, haruslah berkonsultasi dengan dokter/tabib untuk penyesuaian dosis obatnya. Bagi mereka yang mengidap hipertensi berat atau sakit jantung diharapkan tidak berpuasa sama sekali.

Manfaat puasa yang paling tampak jelas adalah rejuvenasi yaitu peremajaan kulit dan organ tubuh, serta perpanjangan harapan hidup. Metabolisme lebih rendah, produksi protein lebih efisien, meningkatnya sistem kekebalan, dan perbaikan produksi hormon, berkontribusi terhadap kesehatan secara umum. Keseimbangan hormon dapat mencegah penuaan dan membuat orang awet muda. Puasa sangat baik dalam menstabilkan kadar gula darah. Hal ini karena puasa memberikan kesempatan kepada kelenjar pankreas untuk beristirahat, sehingga terjadilah revitalisasi. Pankreas mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak. Apabila konsumsi makanan berlebihan, maka pankreas akan bekerja keras sehingga mengalami tekanan dan melemah. Insulin menjadi kurang potensial dan akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik, akibatnya kadar gula darah akan meningkat sehingga akhirnya muncul penyakit diabetes mellitus.

 

Oleh karena itulah Allah SWT berfirman : ”Dan berpuasa itu lebih baik bagi kamu, apabila engkau mengetahui” (Q.S Al-Baqoroh : 184).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *