Kecerdasan Berkurang

Sebarkan Ke Rekan Anda

LAPORAN KASUS :

KECERDASAN KURANG

Assalamu’alaikumWr. Wb.

Pak Dokter, saya mempunyai seorang anak laki-laki umur 14 tahun, pertumbuhan badannya bagus, tinggi dan tegap. Yang menjadi masalah, menurut hasil pemeriksaan dari beberapa psikolog, anak saya mempunyai kecerdasan di bawah rata-rata. Memang anak saya susah sekali mengerti, baik pada pelajaran sekolah atau pun pada maksud dan tujuan yang disampaikan oleh orang tua. Belajar, mengaji, sholat harus selalu dipaksa. Otaknyabebal,tidak bisa membedakan mana yang baik atau tidak.

Apa yang harus saya lakukan, Dokter? Apakah anak ini harus diRuqyah (karena emosi yang meledak-ledak) atau harus dibawa ke ahli syaraf? Atau dibawa ke tempat praktek Dokter saja? Di mana alamatnya?

Selain berdo’a, saya juga ingin berusaha untuk kebaikan anaksaya di dunia dan di akhirat. Terimakasih.Wassalamu’alaikumWr. Wb.

 

LS – Cikampek

 

Jawaban :

Wa’alaikumsalamwr.wb.

Tidak ada patokan yang memberi kepastian hubungan antara kecerdasan dengan emosi, namun jelas sekali bahwa emosi sangat berhubungan dengan watak yang dibentuk oleh lingkungan, dan watak orang mukmin sangat dipengaruhi oleh tingkat keimanannya.

Rasulullah SAW bersabda: ”semua anak dilahirkan dalam keadaan fithrah (suci) maka ayah bundanyalah yang membentuknya menjadi yahudi, nasrani atau ma’jusi”. Artinya fitrah manusia dilahirkan dalam keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan sekalian alam, namun bisa saja dalam perjalanan hidupnya dia berubah menjauh dari nilai-nilai kebenaran. Siapa yang menciptakan suasana yang membuat dia berpaling dari kebenaran ini ? Adalah orang tua dan atau lingkungannya. Makanya kita disuruh berhati-hati dengan pengaruh lingkungan dan pendidikan yang baik akan menjadi kunci penting dalam mendorong manusia menjadi manusia yang baik.

Jika anak ibu telah dilahirkan sebagai anak yang IQnya rendah maka kita harus sabar dalam memberi pelajaran. Orang yang IQnya rendah belum tentu tidak sukses, semua tergantung bagaimana kita mendidiknya. Tidak sedikit anak-anak dengan IQ rendah bahkan dengan gangguan mental bisa berhasil dalam hidupnya karena ketelatenan orang tuanya dalam mendidiknya. Keberhasilan hidup seseorang tidak hanya tergantung IQ namun juga dari EQ, Spiritual Quotient maupun Social Quotient nya. Kecerdasan juga bukan hanya IQ saja, ada kecerdasan musical, kecerdasan verbal dll. Saya sering menjelaskan kepada para orang tua agar mendidik anak lebih dalam hal memberikan contoh dan mengurangi nasihat-nasihat yang terlalu panjang apalagi yang menjemukan dan yang memojokkan. Anak-anak kita adalah harapan kita, masa depan kita ada di tangan mereka, masa depan mereka ada di tangan kita, makanya tugas kita adalah menolong mereka dan memberikan yang terbaik yang bisa kita berikan. Menolong adalah memberi bantuan sesuai keperluan mereka dan memberikan yang terbaik adalah memberikan yang terbaik buat mereka bukan yang terbaik untuk kita. Banyak orangtua yang tidak tahu bagaimana mendidik anak dan berharap anak-anak menjadi persis samase perti orang tuanya. Ini adalah tidak mungkin, pertumbuhan dan perkembangan anak bisa jadi tidak seperti orang tuanya. Disamping pula jaman sudah berubah dan perubahan makin hari makin cepat, jika kita masih berpikir seperti jaman kita kecil maka anak-anak tidak akan mengikuti kita, mereka akan mencari idola lain yang sering kali menjerumuskan mereka. Berikanlah contoh bagaimana melakukan hal-hal yang baik dan bahwa melakukan kebaikan itu adalah menyenangkan dan membahagiakan, lalu jangan lupa doakan mereka dengan do’a yang baik sehingga mereka bisa menjadi kader mukmin yang tangguh, memiliki bekal ilmu yang mencukupi, dan memiliki mentalitas yang baik. Ajarkan kepada anak-anak kita 4 kebiasaan penting:

  1. Berikan contoh kepada mereka untuk mau memintama’afjika salah, caranya mintalah ma’af jika kita mempunyai salah dengan mereka.
  2. Berikan contoh bahwa kita selalu membutuhkan pertolongan orang lain, makanya kita harus ringan tangan dalam memberikan pertolongan kepada siapa saja yang membutuhkan pertolongan kita. Jika kita meminta bantuan orang lain kata-kata tolongharus selalu menyertai meskipun terhadap pembantu kita
  3. Ucapkanterimakasihkepada siapa saja yang membantu kita baik bantuan materiil maupunm oril
  4. Dahulukan kepentingan orang lain demi menjaga kehormatan orang tersebut dan juga kehormatan kita. Gunakan kata “Silakan”kepada orang lain untuk menunjukkan bahwa anda memberikan kesempatan terlebih dahulu kepadanya.

Ajarkan keempat kebiasaan ini dan gambarkan kepada putra ibu bahwa sikap ini menyenangkan, maka insya Allah sikapnya akan berubah menjadi lebih baik, meskipun kecerdasannya rendah namun kebiasaan ini akan meningkatkan harga dirinya di hadapan orang lain, dan harga diri yang baik juga akan memberikan efek positif terhadap tingkah laku anak.Disamping menciptakan lingkungan yang kondusif bagi berkembangnya mental anak yang baik, herbal yang bisa diberikan saya anjurkan minum teh pegagan 2 kali sehari pagi dan sore, @ 1 cangkir dengan pemanisnya madu. Doakan anak ibu, karena tidak ada seorangpun yang bisa menolongnya termasuk para psikolog, kecuali ibu dan ayahnya.  Wassalamu’alaikumwr.wb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *