ISLAM, MAKAN DAN MAKANAN YANG MENYEHATKAN

Sebarkan Ke Rekan Anda

 

ISLAM, MAKAN DAN MAKANAN YANG MENYEHATKAN

Dr. Mohammad Ali Toha Assegaf  Pengkaji Kedokteran Nabawiy

 

          Sangat menarik jika kita melihat bagaimana Rasulullah SAW mengajarkan tentang makan yang menunjukkan kecerdasan yang tidak terkira, dan kematangan berfikir dari seorang Nabi yang memiliki kesadaran jauh melampaui zamannya. Nabi mulia ini menyontohkan lalu mengajarkan prinsip memelihara kesehatan dengan cara menjaga keseimbangan gizi demi mencegah penyakit dan bahkan mengobati. Model diet yang diajarkan Rasulullah SAW ini merupakan yang paling efektif untuk memelihara kesehatan kita.

          Dalam kurun waktu belakangan ini kita seringkali menyaksikan orang yang bila ditawarkan makanan tertentu menolak dan menyampaikan kekhawatiran akan kandungan zat-zat tertentu di dalam makanan tersebut. Penyakit akibat kelebihan kolesterol, asam urat dll. dianggap sebagai penyakit yang menakutkan. Apabila disajikan daging kambing, orang akan mengatakan daging kambing mengandung kolesterol, kacang mengandung asam urat, dan sebagainya. Semua kekhawatiran ini tidak beralasan sepanjang kita ikuti petunjuk Rasulullah SAW.  Rasulullah menggaris bawahi pemeliharaan kesehatan dan bahkan mengobati penyakit dimulai dengan perlunya memelihara perut. Ini sebagaimana hadits Beliau SAW : “Perut adalah tempat berdiamnya penyakit dan menahan nafsu (perut) adalah pokok dari setiap obat. Maka jadikanlah ini kebiasaanmu.“ ini menggambarkan bahwa setiap makan berlebihan akan menyebabkan sakit.

          Ada 5 hal penting dalam hadist yang diriwayatkan Bukhari ini, yaitu :

  1. Apa yang masuk ke dalam perut sangat berpengaruh terhadap kesehatan kita, oleh karena itu jangan memasukkan makanan yang tidak jelas manfaatnya, kebersihannya dan kehalalannya.
  2. Daya tampung perut yang terbatas, oleh karena itu jangan kita mengisinya secara berlebihan, karena bahan makanan yang tadinya jika kita masukkan ke dalam tubuh dengan jumlah cukup akan meningkatkan kesehatan, maka dalam jumlah berlebihan bisa menimbulkan penyakit.
  3. Jangan mempekerjakan perut secara berlebihan, seperti mengunyah dengan tergesa-gesa, sehingga proses pencernaan di mulut belum selesai kita sudah menelannya. Jangan makan dengan porsi berlebihan sehingga proses pencernaan di perut tidak berjalan lancar, cairan lambung dan otot-ototnya kewalahan.
  4. Karena makanan yang kita kehendaki ternyata tidak masuk perut sendirian, melainkan bersama dengan bakteri atau kadang-kadang juga dengan bahan-bahan kimia tertentu yang disadari atau tidak disadari bisa membahayakan kesehatan, bisa jadi ikut didalam makanan yang masuk tubuh kita dalam jumlah kecil, namun karena masuk sedikit-sedikit secara rutin maka lama-kelamaan akan terjadi timbunan racun didalam tubuh kita yang untuk mengeluarkannya dibutuhkan intervensi dengan detoksifikasi.
  5. Karena pada waktu melakukan proses pencernaan, perut bekerja keras, maka jangan kita mempekerjakan perut kita terus menerus sepanjang tahun. Harus ada waktu jeda, yaitu tenggang waktu antara waktu-waktu makan sehari-hari, dan sekali-sekali patutlah kita mengistirahatkan perut dengan berpuasa. Bahkan dalam hadits diatas Rasulullah SAW menyatakan bahwa puasa adalah obat penyakit,tentu terutama yang datang akibat over nutrition. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lebih dari tujuh puluh persen penyakit di negara maju adalah karena over nutrition. Kecenderungan ini sudah terjadi pula di negara kita Indonesia.

          Demikianlah makna hadist yang menganjurkan kita untuk betul-betul memperhatikan apa-apa yang kita makan. Jika orang barat mempunyai kredo, You are what You eat, maka 1500 tahun yang lalu Rasul SAW sudah mengingatkan kita untuk menjaga perut kita. Masihbanyakhadist lain soalpentingnyamenjagakecukupanmakanandanbukanmakanberlebihanhanyasekedarmemperturutkanselera/nafsulidahsaja.

  1. Makan Seimbang

          Aisyah r.a berkata, Rasulullah SAW biasa makan semangka dengan ruthab/kurma masak, dan Beliau bersabda : ”Kami meredam yang panas ini (kurma) dengan yang dingin ini (semangka), dan mengatasi yang dingin ini (semangka) dengan yang panas ini (kurma)”, seraya memegang keduanya.

          Hal ini memberi contoh kepada kita agar dalam mengatur menu makan harus mempertimbangkan faktor keseimbangan zat-zat gizi yang kita makan, dengan mencampurkan bahan makanan yang panas dikombinasi dengan yang dingin. Panas dan dinginnya makanan dalam Kedokteran Islam bukan dilihat dari suhunya melainkan dari sifat makanannya. Dalam hal ini kita akan membahas secara khusus dan agak detail tentang makanan-makanan yang panas dan makanan-makanan yang dingin. Hal ini perlu sekali karena dalam Kedokteran tradisional China maupun India, keseimbangan kedua substansi inipun diketahui sangat mempengaruhi kesehatan manusia. Banyak teori diet diperkenalkan kepada kita, namun kebanyakan sulit diterapkan karena merepotkan. Petunjuk diet yang sehat sesuai ajaran Islam adalah makan yang halal dengan jumlah yang secukupnya dengan variasi makanan yang beraneka macam. Para ahli gizi memberi pelajaran mudah untuk mengenali apakah makanan kita sudah termasuk sehat. Menurut mereka piring yang menyajikan makanan yang sehat adalah piring yang berisi makanan dengan warna-warni yang beraneka ragam. Mari biasakan melihat warna makanan di piring kita, apakah ada warna merah, kuning, hijau, violet, putih dan coklat, lalu warna apa yang mendominir ? jika didominir warna putih dan coklat maka kurang sehat namun jika ada warna hijau, kuning, merah, dan violet maka itu makanan yang sehat. Kecenderungan dalam dunia kuliner masyarakat modern bahkan tidak hanya memakan sayuran dari daun, umbi maupun biji-bijian, namun juga dari bunga-bunga yang berwarna-warni yang dikemas sebagai salad. Belakangan bahkan kulit buah-buahan yang biasanya kita buang ternyata juga mengandung banyak manfaat bagi kesehatan. Tidak ada larangan bagi seorang mukmin memakan apa saja yang halal namun Rasulullah SAW menyontohkan bahwa kesederhanaan dalam makan akan menyehatkan. Dunia kedokteran modernpun kini mengakuinya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *