CUCI TANGAN ALA RASULULLAH SAW

Sebarkan Ke Rekan Anda

CUCI TANGAN ALA RASULULLAH SAW

dr. Mohammad Ali Toha Assegaf Pengkaji Kedokteran Nabi

 

Gegapgempitagerakancucitangansaatinimelandaseluruhduniakarenadengancucitangan yang baikdapatdiyakiniakanmenurunkanangkapenularanpenyakitsampai 60%, suatuangka yang sangatbermakna. Sayangnyagerakaninibarusangatpopulerdikalanganpetugasrumahsakitsehinggaangkapenurunanpenularanpenyakit yang signifikan di rumahsakitbelummenurunkanangka di masyarakatsecarabermakna. Yang memprihatinkankitaadalahangkainfeksi yang tinggibanyakdijumpai di Negara-negaraberpendudukmayoritas Islam, Olehkarenaitumempopulerkansikapwaspadapenularanpenyakitdenganmenjagakebersihantanganmenjadikewajiban orang-orang muslim:

  1. DalamsebuahhaditsdariAbu Hurairah r.a. diriwayatkan, bahwa Rasulullah SAWbersabda, “Barang siapa yang tidur dalam keadaan tangannya masih bau daging dan belum dicuci, lalu terjadi sesuatu maka janganlah dia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.” (HR. Ahmad, dan Abu Dawud). DalamhaditsiniRasulullah SAW menggambarkanbahwamencucitangansehabismakanhendaklahdilakukandengansebersihmungkinsehinggabaunyahilang, jikabaumasihadasangatdikhawatirkankemungkinandigigitbinatangataupunmenyebabkanbaunyatempattidur yang bisamengganggukitaatau orang lain.Rasulullah SAW menegaskanbahwamencucitangantidakhanyasekedarmenghilangkannodaditangannamunmencucitangan yang baikadalahsampaitidakadabausesuatuditangankitabarulahitumencukupidandianggapbersih.

 

  1. Dari abu Hurairaha.Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu bangun dari tidurnya maka janganlah ia langsung memasukkan tangannya ke dalam tempat air sebelum mencucinya tiga kali terlebih dahulu sebab ia tidak tahu apa yang telah dikerjakan oleh tangannya pada waktu tidur” (Muttafaqun Alaihi). Dalamhaditsinisudahsangatcukuphati-hatidansangatbesarlahperhatianRasulullah SAW terhadapkebersihantangan, bahkanRasulullah SAW sangatmenganjurkankita agar bangun tidur baiktidursiangmaupunmalamatausewaktu-waktuhendaknya mencuci tangan tiga kalisebelummencelupkantanganketempatpenampungan air. Menurutsaya juga sebelummemegangmakanan, karena kita seringkalitidaksadartangan kitamemegangapaketikakitatidur, bahkanketikakitaberaktifitas. Dalamhaditsini juga dijelaskanbahwahendaknyamencucitangan 3 kali, ituartinyadilakukandenganbersungguh-sungguhdansampaibersih.

 

 

  1. Laqith Ibnu Shabirah a.berkata bahwa Rasulullah SAWbersabda: “Sempurnakanlah dalam berwudlu usaplah sela-sela jari dan isaplah air ke dalam hidung dalam-dalam kecuali jika engkau sedang berpuasa.” (HR. Imam Empat dan shahih menurut Ibnu Khuzaimah). DalamhaditsinibahkanRasulullah SAW memerintahkankitajikamencucitanganketika wudhu hendaknyamemperhatikankebersihansela-selajaritangankarenabagianinimemangseringkaliterlewatdariperhatiankita. Dalamstandarmenjagakebersihantangansesuai standar WHO, ada 6 langkahmencucitangan yang baikdanlangkahketiganyaadalahmenggosoksela-selajari. Jikaummat Islam melakukan wudhu secarabaikdanmemperhatikancaramencucitangansepertiinimakarasanyatangankitaakanselalubersih.

 

  1. Dari ‘Aisyaha. : “apabila Nabi SAW hendak tidur dalam keadaan junub maka beliau berwudhu’ dan apabila hendak makan maka beliau membasuh kedua tangannya (HR. An-Nasa`I, danAhmad). Kebiasaan Nabi SAW ini adalah kebiasaan baru dimasa itu, dan sekali lagi Beliau SAW memberi contoh bersih yang waktu itu belum lazim.

 

  1. Dalamriwayat lain disebutkanbahwapernahsuatuketikadatangrombongansukubaduy yang baruberikrarmasukIslam, danisteri-isterimerekaberjumpaAisyahr.a., lalubeliaumengatakan:”akusampaikanpesanRasulullah SAW agar kalian menyampaikankepadasuami-suami kalian untukmembersihkankemaluandanduburnyadengan air, jikamerekaselesaibuang air”. InimenunjukkanbahwaRasulullah SAW menanamkan budaya istinjak sebagai bentuk kepedulian beliau SAW dengan kebersihan.

 

Segalariwayatdancontohdiatasdanmemperhatikanfakta yang bisakitasaksikansampaisaatinimakaberistinjakdengan air adalahbudaya Islam yang saatiniperlahantapipastimendapatpengakuandarimasyarakatInternasional

Kita bisamembayangkanbetapaRasulullah SAW adalah orang yang sangatbersih, beliaumengajarkancarahidupbersihdansekaligusmencontohkancarahidupbersihdikala 1500 tahun yang lalumasyarakatduniatidaktahupentingnyamencucitangan. Orang baratmenyadaribesarnyamanfaatcucitanganbarukurangdari 100 tahun yang lalu, bahkancaramembersihkandiri yang baikbelumbenar-benardilakukanoleh orang baratsampaihariinisekalipun. Lihatdanperhatikanbagaimanamerekaberistinjakhanyadenganmenggunakanbarang-barang yang dalamIslam dikategorikanalatistinjakkelasduayaitukertas. Merekakencingsambilberdiridanmengotori toilet-toilet umum, menyebarkanpenyakitmenulardanbau yang tidakenak. Menterilingkunganhidup Taiwan, sebagaimanadimuatdalampemberitaandiberbagai media, mensinyalirbahwapenyebabkotordanbaunya toilet-toilet umum di Taiwan adalahbahwalaki-lakikencingsambilberdiri sang menterimenganjurkanagar laki-laki Taiwan kencingsambil duduk di closet agar menjagakebersihanditempat-tempatumum. MerekabarusadarsekarangsementaraNabi SAWsejak1500tahun yang lalusudah mengajarkansikaphidupsehatdanbersih.Jika Islam mengajarkanpenggunaan air adalahmemangduniamedismengakuibahwa air adalah media pembersih yang jauhlebihbaikdaripadakertas. Namunsayangnyakebiasaanbarat yang lebihprimitif, kotordaninfeksius (mengandungkuman-kuman)itusekarangmenjadikecenderunganpelayananistinjak di hotel-hotel mewah di jakartadan di seluruhdunia.

Kembalikebahasantentangcucitangan, bahwajikatangankitaterkenakotoran yang infeksiusmakamencucitangandengan air mengalirtanpasabunsajasudahbisamenurunkanangkainfeksisampailebihdari 60%, danmenambahkansabunataupundesinfektan (pembunuhkuman) lain akanbisamenurunkansampai 90%, makaanjuranRasulullah SAW untukselalumenjagakebersihantanganakanmenurunkanrisikoinfeksiakibattangankotorsecarabermakna.

Mari kitatingkatkansosialisasikebersihantangandankitapraktekkanhidupbersih ini, sebagaimana Rasulullah SAW melakukannya dan menganjurkan kepada kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *