Sebagai panutan umat muslim, Nabi Muhammad SAW memang mengajarkan banyak hal tentang bagaimana cara menjalani kehidupan Islam sebagaimana ditetapkan oleh sang Pencipta, Allah SWT.

Tak terkecuali dalam menjaga kesehatan. Menurut Rasulullah, banyak cara bagi manusia untuk merawat jiwa dan raganya agar tidak terserang penyakit.

Segala penyakit yang menghampiri tubuh tidak datang seketika. Namun, kita sebagai manusia seringkali mengabaikan tanda-tanda dan gejala-gejala penyakit yang berpotensi menyerang tubuh kita. Bahkan, manusia juga kerap melakukan sesuatu yang berlebihan hingga menimbulkan berbagai penyakit.

Adalah Allah SWT yang mendatangkan penyakit dan melenyapkannya. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Anbiya ayat 83-84 yang berbunyi, ”Dan Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya, ’sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. Maka Kami pun memperkenankan doanya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.”

Rasulullah pun memerintahkan seluruh umatnya untuk berobat jika terserang penyakit. Ada tiga cara yang sangat diperkenalkan dan diketahui oleh Nabi Muhammad SAW untuk dijadikan obat-obatan, yakni madu, bekam, serta alkay.

Madu dan bekam adalah duet paling manjur dalam teknik pengobatan. Madu yang bersifat alamiah, mampu dikombinasikan dengan bekam yang dikategorikan sebagai metode pengobatan tindakan langsung. Terdapat manfaat medis yang cukup besar dalam bekam, karena para malaikat sangat menganjurkan teknik ini kepada umat islam. sebuah riwayat menyebutkan bahwa ketika Nabi SAW mi’roj maka Nabi bertemu dengan para malaikat, mereka berkata “Wahai Muhammad anjurkan ummatmu berbekam”.

Berbeda dengan madu dan bekam, kendati Nabi SAW memahami manfaat alkay bakar, namun alkai bukan metode yang disukai oleh Rasul SAW. Melalui sebuah sabda, Beliau berkata, “Kesembuhan ada dalam tiga hal, yaitu meminum madu, berbekam dan alkay bakar dan aku melarang umatku menggunakan alkay bakar.”

Manusia adalah makhluk Allah yang diberi kewenangan untuk memilih yang manapun yang dikehendaki. Kita juga harus menyadari bahwa tidak semua penyakit dapat disembuhkan, oleh karena itu setiap menjalani pengobatan harus disertai kesiapan untuk bisa sembuh dan terus bersemangat dalam mengarungi hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>